Teori Produksi dan Faktor Produksi

teori produksiTeori Produksi dan Faktor-faktor Produksi (21/05). Produksi adalah suatu proses pembuatan barang/jasa dalam bentuk bahan baku yang memiliki nilai guna yang kecil, menjadi bentuk yang memiliki nilai guna lebih besar dan dapat digunakan untuk suatu tujuan, untuk mencapai keuntungan sebesar-besarnya sesuai yang telah ditargetkan. Dalam suatu proses produksi, dikenal sebuah teori yang mengatur dan menjelaskan proses produksi itu sendiri, yaitu teori produksi.

Teori produksi adalah suatu teori yang mengatur dan menjelaskan suatu proses produksi yang berhubungan dengan faktor perekonomian. Teori produksi menjelaskan bahwa untuk terjadinya suatu proses produksi dibutuhkan waktu tertentu, sumber daya berupa barang atau jasa yang memiliki kualitas dan kuantitas tertentu, serta adanya proses distribusi barang atau jasa yang dihasilkan menuju tujuan yang telah ditentukan.

Teori produksi juga menjabarkan secara jelas mengenai bagaimana perilaku sebuah produsen dalam proses untuk menghasilkan barang atau jasa yang memiliki nilai guna lebih besar. Faktor-faktor produksi sendiri dipengaruhi oleh bahan baku, modal, sumber daya manusia, peralatan dan area produksi. Faktor produksi ini tergolong menjadi faktor produksi tetap dan faktor produksi tidak tetap. Bahan baku, modal dan sumber daya manusia tergolong kepada faktor produksi tidak tetap.

Kenapa ketiga faktor ini tergolong kepada faktor produksi tidak tetap? Karena ketiga faktor produksi ini dapat dirubah kuantitasnya selama proses produksi berjalan, dengan menyesuaikan kepada kebutuhan produksi dan standar kuantitas yang ditetapkan sang produsen. Bisa terjadi penambahan ataupun pengurangan kepada ketiga faktor produksi tidak tetap tersebut. Sedangkan peralatan dan area produksi tergolong kepada faktro produksi tetap karena kedua faktor ini tidak akan mengalami perubahan sepanjang terjadinya proses produksi karena bukan merupakan faktor produksi yang mudah untuk dirubah kuantitasnya.

produksi

Misalkan saja, pada tahun ketiga setelah berdiri, sebuah produsen ingin menambahkan jumlah peralatan produksi ataupun memperluas area produksinya, hal ini membutuhkan jangka waktu yang bertahap dan tidak bisa dilakukan hanya dalam tempo singkat, tentu saja karena menyangkut proses pembelian peralatan baru ataupun proses perijinan untuk memperluas area produksi/pelebaran area. Faktor produksi berupa sumber daya manusia atau yang kita kenal juga dengan sebutan tenaga kerja, ada yang dapat digolongkan kepada tenaga kerja terdidik, dimana tenaga kerja ini membutuhkan jenjang pendidikan terlebih dahulu untuk terjun ke dunia produksi yang sesuai dengan keahliannya.

Adapula tenaga kerja terlatih yang tidak menempuh pendidikan, tapi hanya cukup mendapatkan pelatihan dalam tempo waktu cukup singkat. Dan tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terlatih, dimana tenaga kerja tipe ini tidak membutuhkan pendidikan atau pelatihan untuk bekerja dibidangnya, yang dibutuhkan hanyalah tenaganya. Teori produksi beserta faktor-faktor produksi tersebut harus mampu memberikan dan menjelaskan mengenai kemampuan manajerial, kemampuan berorganisasi dan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi yang ada, demi menunjang berjalannya proses produksi sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

Terima kasih telah membaca “Teori Produksi dan Faktor Produksi”