Teori Organisasi : Pengertian Umum Dan Klasik

Teori Organisasi (21/05). Suatu organisasi dapat terbentuk karena adanya kesamaan dalam visi, misi dan tujuan dari beberapa orang yang berkumpul bersama. Sehingga organisasi sendiri dapat diartikan sebagai wadah untuk berkumpulnya sekelompok orang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang memiliki tujuan dan pemikiran yang sama. Dalam organisasi dikenal sebuah teori organisasi. Teori organisasi ini menjelaskan dan mengatur jalannya kinerja suatu organisasi agar berjalan sesuai dengan fungsinya berdasarkan visi dan misi yang dimiliki.

Organisasi berupa kelompok aktifitas, saat ini semakin populer baik dikalangan masyarakat, pelajar ataupun pekerja. Organisasi ini ada yang bergerak di bidang sosial, politik maupun perekonomian. Organisasi ini melakukan aktivitas bersama-sama, mulai dari bekerja, berbagi ide agar kesamaan prinsip dan tujuan dapat diwujudkan demi kepentingan bersama dan memiliki pola hubungan aktivitas yang dilakukan oleh anggotanya. Dalam perkembangan organisasi-organisasi, dikenal 3 macam teori organisasi, yaitu teori organisasi klasik, teori organisasi neo-klasik dan teori organisasi modern.

Masing-masing teori organisasi ini memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing, serta kelebihan dan kekurangan jika dibandingkan dengan teori organisasi lainnya. Dalam teori organisasi klasik dijelaskan bahwa suatu organisasi memiliki pusat pelaksanaan tugas dengan struktur organisasi yang tidak kaku. Dimaksudkan disini, perubahan pada tugas dan tujuan dapat dilakukan dengan mudah berdasarkan kreatifitas yang muncul dari proses penyelesaian tugas yang ada. Pada teori ini juga menjelaskan bahwa organisasi memiliki hubungan kekuasaan dan peranan pada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakannya, dengan memperhatikan faktor komunikasi dan kerjasama antar anggota organisasinya.
Teori Organisasi
Teori organisasi yang kedua adalah teori organisasi neo-klasik. Teori organisasi ini menjelaskan bahwa pada suatu organisasi selain pentingnya hubungan kerjasama dan kesamaan visi dan misi, faktor psikologis dan sosial tiap anggota adalah salah satu hal yang sangat penting. Karena jika kedua faktor ini tidak berada dalam kondisi yang baik dan stabil, pencapaian tujuan organisasi tidak akan berjalan dengan mulus, meskipun ada kesamaan dalam visi dan misi antar anggotanya. Lalu teori organisasi yang ketiga adalah teori organisasi modern.
teori-organisasi-klasik
Teori organisasi ini muncul pada tahun 1950 dan masih digunakan hingga saat ini, karena teori ini menggabungkan teori organisasi klasik dan neo-klasik. Dalam teori organisasi modern dijelaskan bahwa semua faktor pendukung suatu organisasi memiliki saling ketergantungan dan menganut sistem terbuka. Artinya, organisasi memiliki hubungan dengan lingkungan di sekitarnya dan mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada.

Mengapa teori organisasi ini penting untuk diterapkan? Karena organisasi saat ini menjadi salah satu kebutuhan yang penting bagi setiap individu dan organisasi juga mampu memberikan pengaruh besar kepada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga diperlukan suatu teori organisasi yang mengatur dan menjamin suatu organisasi berjalan sesuai fungsinya dan tidak memberikan dampak yang buruk.