Ilmu Kalam dan Definisinya

ilmu-kalamMemahami ilmu kalam dan definisinya. Di dunia ini banyak sekali ilmu pengetahuan, dari ilmu pengetahuan tentang alam, dunia dan bahkan agama. Bicara tentang ilmu agama, sebagai umat muslim kita tentu tahu dalam dunia islam banyak sekali ilmu pengetahuan, baik yang mempelajari tentang tauhid, aqidah, akhlak, tasawuf, fiqih maupun pengetahuan lain yang berhubungan dengan hubungan manusia dan Tuhan. Ilmu kalam adalah salah satu dari sekian banyak ilmu yang dipelajari sebagai bahan pengetahuan tentang islam dan akidahnya. Namun dalam prakteknya apakah Anda sudah mengetahui apa itu ilmu kalam? Ada baiknya Anda sedikit meluangkan waktu memahami serta mengenal lebih jauh apa ilmu kalam dan apa saja yang terkandung didalamnya.

Ilmu kalam itu sendiri bermakna dasar berbicara atau berkata kemudian ilmu kalam didefinisikan sebagai ilmu yang yang membahas berbagai masalah ketuhanan dengan menggunakan argumentasi logika dan filsafat. Ada beberapa ahli juga mendefinisikan ilmu kalam antara lain adalah Al-Farabi yang memaknai ilmu kalam sebagai disiplin ilmu yang membahas dzat dan sifat Allah beserta eksistensi semua yang memungkinkan, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah sesudah mati yang berlandasan doktrin islam. Sebenarnya ada banyak definisi ataupun pengertian mengenai ilmu kalam, namun secara umum dapat disebutkan bahwa ilmu kalam adalah ilmu yang membahas semua masalah tentang ketuhanan.

Seperti disiplin ilmu lainnya, ilmu kalam sudah barang tentu memiliki materi bahasan utama. Seperti yang sudah dijelaskan dalam definisi ilmu kalam tadi, materi bahasan utama dari ilmu ini adalah tentang ketuhanan. Dan sebagai ilmu yang membahas tentang ketuhanan, sumber pengetahuannya sudah tentu berasal dari Al-qur’an , hadist dan juga pemikiran manusia. Pemikiran manusia juga berperan penting sebagai sumber ilmu kalam ini. Tidak hanya Al-quran dan hadist saja yang dijadikan rujukan ilmu kalam sebagai sumber pengetahuannya.

Adapun sejarahnya kenapa ilmu kalam itu muncul. Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW timbullah berbagai macam permasalah mengenai siapa pemimpin islam selanjutnya. Masalah ini semakin berkembang jauh sehingga muncullah beberapa aliran ilmu kalam yang membahas tentang permasalahan dosa besar dan masalah yang berkaitan dengan manusia dengan tuhan. Aliran-aliran tersebut antara lain adalah syi’ah, murji’ah, mu’tazilah dan asy’ariyah. Ada juga dua aliran lain yaitu jabariyah dan qodariyah. Kesemua aliran tersebut membahas hubungan antara manusia dan tuhan yang masuk dalam ilmu kalam. Perbedaan yang ada tidaklah menjadikan pengetahuan tentang hubungan manusia juga berbeda, mungkin pemaknaan suatu hal itulah yang menjadikan adanya beberapa aliran ini. Namun makna pada dasarnya sama, yaitu kembali lagi kepada hubungan manusia itu dengan Tuhan.

Ada beberapa kalangan menyebutkan ilmu kalam dengan nama lain, seperti ilmu ushuludin, ilmu tauhid dan sebagainya, tapi apapun nama ilmunya hal yang terpenting dari semua itu adalah mengajarkan bagaimana kita berhubungan dengan Tuhan dan memberi arahan jalan yang baik yang tidak menyimpang dari agama islam yang sesungguhnya.