Kumpulan Doa : Qunut, Doa Setelah Adzan, Doa Mau Tidur DLL

 Islam
Dalam pertemuan hari ini kami sampaikan kumpulan doa : Qunut shubuh, doa setelah / sesudah adzan, doa mau tidur dan doa bangun tidur serta ragam doa sehari-hari lainnya yang akan terus kami lengkapi dalam waktu kedepannya, insyaAllah. Semoga dengan adanya artikel doa ini bisa membantu teman-teman semuanya.

Sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Islam untuk menunaikan sholat sebanyak lima kali dalam sehari. Di antara semua sholat yang wajib dilakukan oleh umat Islam, sholat Subuh merupakan sholat wajib yang dikerjakan setelah terbitnya fajar sampai sebelum matahari terbit. Selain itu, sholat Subuh merupakan sholat wajib lima waktu yang paling sering ditinggalkan. Biasanya orang-orang meninggalkan sholat Subuh karena terlalu malas bangun pagi dan bangun tidur terlalu siang. Sholat Subuh yang terdiri dari dua rakaat ini biasanya dilakukan dengan dua cara. Ada orang-orang yang melaksanakan sholat Subuh seperti biasa. Ada pula orang-orang yang melaksanakan sholat Subuh disertai membaca doa qunut.

Doa & Hukum Membaca Qunut saat Sholat Subuh

Pada rakaat pertama tidak ada perbedaan antara sholat Subuh yang biasa dengan sholat Subuh yang disertai dengan doa qunut. Akan tetapi pada rakaat kedua sholat Subuh ada perbedaan antara sholat Subuh yang biasa dan sholat Subuh yang menggunakan doa qunut. Perbedaan ini terletak ketika kita melakukan iktidal atau berdiri setelah melakukan rukuk. Doa yang dibaca sewaktu iktidal tidak hanya doa iktidal yang biasa tetapi ditambah dengan doa qunut. Doa qunut biasanya dibaca dengan posisi tangan yang menengadah seperti yang dilakukan saat berdoa. Doa qunut yang dilafalkan ketika iktidal adalah sebagai berikut.
Bacaan Doa Qunut Beserta Terjemahan, Arab & Latinnya

Jika yang diatas kurang jelas bisa melihat yang dibawah ini :

Berkaitan dengan doa qunut, ada pro dan kontra terkait dengan membaca doa qunut ketika menunaikan sholat Subuh. Ada yang berpendapat bahwa membaca doa qunut saat sholat Subuh adalah bid’ah atau perbuatan yang haram. Ada juga yang berpendapat bahwa tidak ada yang salah dengan membaca doa qunut ketika sholat Subuh. Namun menurut hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a, semasa hidupnya Rasulullah SAW membaca doa qunut setiap kali melaksanakan sholat Subuh. Kebiasaan membaca doa qunut juga berlanjut di masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab yang membaca doa qunut ketika sholat Subuh bersama para sahabat dan pengikutnya. 

Dari hadits tersebut maka Imam Syafi’i sepakat bahwa membaca doa qunut ketika melakukan iktidal di rakaat kedua sholat Subuh merupakan sunah ab’adh. Sunah ab’adh adalah sunah yang mana orang yang membaca doa qunut akan mendapatkan tambahan pahala, sedangkan yang tidak melakukan sholat Subuh tanpa membaca doa qunut tidak akan mendapatkan dosa. Sehingga, akan lebih baik bagi kita untuk membaca doa qunut ketika melaksanakan sholat Subuh agar mendapat tambahan pahala.

Tata Cara Adzan

Adzan adalah salah satu amalan yang utama dalam agama Islam. Dari segi bahasa adzan didefinisikan sebagai seruan atau pemberitahuan. Sedangkan, secara istilah adzan diartikan sebagai pemberitahuan atau seruan yang menandakan waktu untuk menunaikan sholat wajib lima waktu telah tiba. 

Terkait dengan hukum adzan, ada pro dan kontra mengenai hukum adzan. Ada yang berpendapat bahwa hukum dari adzan adalah sunah muakkad yang mana sunah tersebut akan lebih baik jika dilaksanakan. Ada pula yang mengatakan bahwa fardhu kifayah adalah hukum dari adzan. Oleh karena itu, setiap kali waktu sholat lima waktu sudah tiba maka seorang muazin harus mengumandangkan adzan agar seluruh umat Islam tahu. Selain itu, umat Islam yang mendengar kumandang adzan harus menghentikan seluruh aktivitasnya untuk mendengar dan turut melafalkan lafadz adzan. 

Sebelum membahas mengenai tata cara adzan perlu diketahui bahwa orang yang mengumandangkan disebut sebagai muazin. Untuk menjadi seorang muazin ada beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain.

1. Beragama Islam

Sudah wajib hukumnya bahwa seorang muazin haruslah orang yang beragama Islam. Adzan akan tidak sah jika dikumandangkan oleh seorang kafir.

2. Tahu Kapan Waktu Sholat Tiba

Seorang muazin harus tahu kapan waktu sholat lima waktu tiba. Tujuannya adalah agar muazin dapat mengumandangkan adzan pada awal waktu sholat tiba sehingga tidak ada kesalahan dalam mengumandangkan adzan.

3. Mempunyai Suara yang Bagus

Syarat lain menjadi seorang muazin adalah memiliki suara yang bagus karena adzan merupakan seruan atau pemberitahuan untuk melaksanakan perintah dari Allah SWT.

Selain tiga syarat yang sudah disebutkan di atas, seorang muazin juga harus mengetahui tata cara mengumandangkan adzan. Di bawah ini ada tata cara untuk mengumandangkan adzan.

1. Muazin dalam Keadaan Suci

Tata cara pertama dalam mengumandangkan adzan adalah keadaan muazin yang sudah harus suci. Muazin wajib melakukan wudhu untuk membersihkan segala najis sebelum mengumandangkan adzan.

2. Muazin Harus Berdiri Menghadap Kiblat

Tata cara untuk mengumandangkan adzan yang kedua adalah posisi tubuh muadzin harus berdiri tegak. Hal ini diriwayatkan dalam sabda Rasulullah SAW yang mana beliau meminta Bilal bin Ra’bah berdiri untuk menyerukan adzan kepada seluruh umat Islam. Selain itu, muazin harus berdiri menghadap kiblat dimana Kabah berada.

3. Jari Dimasukkan ke Dalam Telinga

Muazin harus memasukkan jari ke dalam telinga seperti yang dilakukan oleh Bilal bin Ra’bah ketika mengumandangkan adzan.

4. Mengakhiri Adzan dengan Doa

Tugas muazin tidaklah selesai begitu dia mengumandangkan adzan. Dia harus membaca doa setelah adzan untuk menyempurnakan adzan sehingga adzan tersebut sah. Bacaan doa setelah adzan adalah sebagai berikut.

Doa Setelah Adzan (Arab, Latin & Terjemahannya)

Tidur dalam Pandangan Islam
Tidur merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Tidur bermanfaat untuk mengisi ulang tenaga yang terbuang selama aktivitas sehari-hari. Tidur tidak hanya membuat tubuh menjadi bugar tetapi pikiran menjadi lebih segar sehingga daya konsentrasi menjadi meningkat. Para pakar kesehatan menyarankan agar dalam sehari manusia harus tidur setidaknya 7-8 jam. Akan tetapi menurut pandangan Islam ada beberapa adab dalam tidur yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, antara lain.
1. Berwudhu sebelum Tidur

Menurut hadits Bukhari dan Muslim, sebaiknya sebelum tidur berwudhu terlebih dahulu agar kita tidur dalam keadaan suci.

2. Membaca Doa Mau Tidur

Sebelum tidur Rasulullah SAW selalu membaca doa sebelum tidur yang berbunyi seperti di bawah ini.

Doa Sebelum Tidur

Arrtinya bisa dilihat dibawah ini ya :

Doa tersebut dibaca sebelum tidur dengan posisi berbaring menghadap ke arah kanan dan tangan kanan diletakkan di bawah pipi bagian kanan. 

3. Tidur Menghadap Kanan

Salah satu adab ketika tidur menurut Islam adalah dengan menghadap ke arah kanan. Dari segi kesehatan, tidur menghadap kanan membuat kerja jantung menjadi lebih ringan karena tidak terbebani oleh berat tubuh.

4. Membaca Surat Pendek

Seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah bahwa sebelum tidur Rasulullah SAW selalu menangkupkan kedua telapak tangannya dan meniupnya sembari membaca surat-surat pendek. Beberapa surat pendek yang disarankan untuk dibaca menjelang tidur adalah surat Al Falaq, An Naas, dan Al Ikhlash.

5. Tidak Tengkurap

Tidur dalam posisi tengkurap tidak disarankan menurut adab tidur dalam agama Islam. Hal ini dikarenakan posisi tengkurap adalah posisi yang dimurkai oleh Allah SWT.

Doa Bangun Tidur


Artinya:

Demikian kumpulan doa sehari-hari dalam kesempatan kali ini. Nanti akan kami update doa-doa yang lainnya sebagai pelengkap tambahan. Bagi kita umat islam sangatlah penting untuk menghafalnya, karena doa adalah kekuatan terbesar kita.

Related Posts