Teori Komunikasi Dan Informasi

Teori Komunikasi Dalam Proses Komunikasi (26/05). Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu melakukan komunikasi dengan orang-orang disekitar kita dan menggunakan proses komunikasi ini untuk saling bertukar informasi. Komunikasi sendiri merupakan salah satu cara yang digunakan setiap orang untuk menyampaikan atau bertukar komunikasi dengan orang lain. Komunikasi sendiri memiliki teori komunikasi yang mengatur dan menjalankan proses terjadinya komunikasi.

Teori komunikasi adalah suatu acuan yang mengatur mengenai cara pertukaran informasi atau pesan sebagai suatu unsur penting dalam kehidupan sehari-hari. Teori komunikasi membentuk sebuah pola komunikasi yang hendak dilaksanakan. Dalam teori komunikasi dijelaskan ada dua faktor yang mempengaruhi proses berjalannya komunikasi. Faktor pertama adalah perkembangan pada sektor komunikasi, sektor industri dan sektor politik. Faktor yang kedua adalah adanya ketertarikan untuk mengembangkan proses komunikasi dalam ketiga bidang tersebut. Ketiga sektor ini telah menghasilkan kebutuhan besar akan komunikasi antar individu dan dapat saja menimbulkan propaganda berdasarkan proses komunikasi yang terjadi.

Sehingga komunikasi dibidang ini sangat penting dan perlu terus mendapatkan perhatian dan proses pengembangan yang terus berkesinambungan. Terjadinya komunikasi menurut teori komunikasi terjadi dalam beberapa tahap. Dimulai dari proses interprestasi, proses penyandian, proses pengiriman dan proses penerimaan. Tahap awal pada proses komunikasi adalah proses interprestasi, dimana pada tahap inilah muncul tujuan awal dilakukannya komunikasi agar dapat terjadi komunikasi sesuai dengan yang diinginkan. Setelah melalui tahap interprestasi, proses komunikasi akan memasuki tahap penyandian. Apa yang dimaksud dengan tahap penyandian?
Teori Komunikasi Dan Informasi
Pada tahap ini, bentuk komunikasi awal yang masuk diolah sedemikian rupa oleh akal pikiran manusia menjadi suatu bentuk komunikasi yang tidak lagi abstrak dan dapat dilambangkan dengan simbol tertentu yang berbentuk nyata. Setelah proses komunikasi mencapai tahap penyandaian, isi komunikasi dikirimkan kepada tempat yang dituju dengan menggunakan alat pengirim pesan/informasi yang kita kenal dengan nama transmitter. Pesan atau informasi ini dalam proses pengiriman akan melalui proses perjalanan yang tercipta diantara komunikator dan komunikan. Dimana komunikan memiliki peranan penting dalam tahap akhir proses komunikasi, yaitu proses penerimaan.

Pada tahap ini, pesan atau informasi telah diterima menggunakan alat penerima/receiver dan digunakan sebagai mana tujuan awalnya. Proses komunikasi juga dapat berlangsung dalam bentuk tertulis dan tidak tertulis/lisan. Komunikasi yang dilakukan dalam bentuk tertulis membutuhkan suatu media komunikasi tertulis dengan penyampaian isi komunikasi yang jelas, singkat dan mudah dimengerti, seperti koran, naskah-naskah ataupun artikel. Sedangkan komunikasi dalam bentuk tidak tertulis/lisan tidak membutuhkan media komunikasi dan biasanya langsung dilakukan oleh sang komunikator tanpa menggunakan suatu peralatan bantuan. Contoh komunikasi ini adalah proses terjadinya dialog, diskusi atau pidato. Diharapkan dengan adanya teori komunikasi ini, proses komunikasi dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak baik dalam penyampaian komunikasi.

Terima kasih telah membaca “Teori Komunikasi Dan Informasi”