11 Contoh Puisi Kartini Terlengkap Sangat Inspiratif

 Puisi

Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia selalu mengenang hari salah seorang tokoh nasional wanita di Indonesia yang paling dikenal, ialah R.A Kartini sosok wanita yang selalu muncul dalam berbagai karya sastra seperti puisi kartini dan film. Beliau adalah sosok wanita yang kuat pada kala itu yang berani berjuang demi emansipasi wanita. Kegigihannya berjuang demi kesetaraan wanita begitu terkenal hingga kini. Tokoh wanita yang bernama Raden Ajeng Kartini adalah sosok wanita pertama yang berasal dari kalangan bangsawan ningrat Jawa yang berani memperjuangkan pendidikan bagi kaum wanita pada masa itu. Sosoknya yang gigih, cerdas, dan kuat ini membuat masyarakat terus selalu mengenangnya sebagai salah satu seorang tokoh perubahan di Indonesia. Yuk, simak lebih lanjut ulasan berikut ini.

Sejarah Singkat R.A Kartini

Tokoh wanita yang bergelar Raden Ayu ini lahir pada akhir abad 18, tepatnya 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, Indonesia, putri dari seorang bupati Jepara, R.M Sosroningrat yang merupakan keturunan dari Pangeran Ario Tjondronegoro. Kartini dikenal karena kegigihannya dalam memperjuangkan hak wanita yang kala itu masih sangat terbatas. Sebagai seorang putri yang lahir dari keturunan ningrat, Kartini memiliki kesempatan untuk belajar mengenai berbagai hal seperti membaca dan menulis. Akan tetapi, melihat bahwa tidak semua rakyat mendapatkan hal yang sama, lebih – lebih status derajat khususnya untuk wanita maka ia tergerak untuk memperjuangkan hak yang sama kepada semua lapisan masyarakat khususnya wanita.

Tokoh yang memperjuangkan emansipasi wanita ini menikah dengan seorang Raden bernama K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Selama hidupnya yang terbilang singkat yakni 25 tahun, Kartini muda terus selalu memperjuangkan hak – hak wanita hingga akhir hayatnya. Kini, setiap tanggal 21 April yang merupakan tanggal kelahiran beliau dikenal sebagai hari libur nasional untuk mengenal jasa – jasa beliau. Banyak kegiatan yang kemudian digelar untuk memperingati hari lahir R.A Kartini ini. Saat ini di sekolah – sekolah selalu mengadakan pagelaran serta perayaan yang berhubungan dengan R.A Kartini seperti menggelar lomba menulis puisi Raden Ajeng Kartini dan lomba busana daerah dengan kebaya seperti yang dikenakan oleh beliau saat itu.

Kartini, Seorang Pejuang Emansipasi Wanita

Masyarakat Indonesia memperingati hari lahir Kartini dan memperingatinya sebagai salah satu momen untuk mendidik putra dan putri Indonesia tentang perjuangan tokoh nasional wanita pertama yang memperjuangkan hak – hak wanita di masa lalu. Banyak kegiatan dilaksanakan dan digelar di sekolah – sekolah seperti diadakannya berbagai jenis lomba yang berkaitan dengan R.A Kartini. Salah satunya adalah lomba membuat puisi kartini. Sebagai seorang tokoh wanita yang berani memperjuangkan hak wanita di masa itu, Kartini muda selalu aktif untuk melakukan kegiatan korespondensi sebagai langkah lanjutan dari proses belajar yang ia jalani.

Di masa itu, hanya kalangan bangsawan saja yang dapat menempuh pendidikan. Kartini merupakan salah seorang sosok wanita yang beruntung dapat mengenyam pendidikan meski hanya sampai usia 12 tahun. Adat pada masa itu mewajibkan bagi seorang putri bangsawan untuk tinggal di rumah atau dipingit. Meski berada di rumah, tapi kartini tetap melanjutkan belajar dan terus melakukan korespondensi secara aktif dengan kawan yang berada di Belanda. Sebagai seorang wanita yang cerdas, di usia muda ia telah sangat fasih berbahasa Belanda. Pemikiran Kartini kemudian berkembang. Ia banyak belajar dari surat kabar, majalah, dan buku – buku berbahasa Belanda yang semakin memperluas wawasannya.

Beberapa pemikiran Kartini yang hingga kini terus berusaha untuk disebarkan kepada semua wanita Indonesia adalah tentang masalah sosial, kesetaraan gender, kebebasan, serta mengenai otonomi dan kesetaraan hukum. Pemikirannya yang luas membuat sosok Kartini menjadi seorang wanita bangsawan yang cerdas dan gigih berupaya untuk memperjuangkan hak kalangan pribumi. Tulisan Kartini yang seringkali dimuat dalam surat korespondensi yang ia buat membahas tentang makna ketuhanan dan kebijaksanaan, perikemanusiaan, nasionalisme, dan keindahan. Dari sini pula, terkadang tema untuk membuat puisi Kartini yang diadakan saat Hari Kartini juga mengambil dari tema tersebut.

Kartini Masa Kini

Bila Kartini dahulu berjuang demi emansipasi wanita di masa kini roh perjuangan Kartini terefleksi dalam bentuk yang berbeda. Kartini masa kini tidak hanya berjuang untuk kesetaraan dan kebebasan melainkan dalam ranah yang lebih luas. Berkat perjuangan Kartini, perempuan pada saat ini telah mampu mengenyam pendidikan hingga ke tingkat yang tinggi. Selain itu, kaum perempuan juga sudah diperbolehkan untuk ikut andil dalam pergerakan politik dan tentunya sosial. Di masa kini, rasa hormat dan cermat serta bentuk kekaguman dengan sosok Kartini diperlihatkan dengan berbagai cara. Tanggal 21 April adalah tanggal yang paling tepat untuk mengenalkan kembali ke anak – anak muda yang hidup di zaman yang berbeda kepada sosok pejuang perempuan ini.

Banyak kegiatan seperti workshop, pameran, hingga kegiatan lomba atau kompetisi dilangsungkan untuk memperingati sosok Kartini. Salah satu hal yang paling sering diangkat dalam setiap kegiatan ini adalah penulisan puisi. Kartini dikenal sebagai seorang wanita berpendidikan dan berwawasan yang gemar membaca buku dan menulis. Oleh karena itu menulis puisi kartini tahun 1945 tidak boleh dilewatkan. Tema yang diangkat pun bermacam – macam mulai dari budaya, politik, kesehatan, dan berbagai tema lainnya. Selain puisi, masih ada kegiatan lain yang juga sering dibahas seperti diskusi luas antar lembaga pendidikan, atau sekedar workshop untuk melatih kemampuan menulis yang apik selayaknya yang dilakukan oleh Kartini. R.A Kartini adalah sosok perempuan yang berani, tangguh, berwawasan luas, berpikiran maju kedepan, tapi juga masih memiliki sifat lemah lembut selayaknya wanita.

Tokoh yang kuat ini layak untuk dijadikan sebagai panutan bahkan untuk perempuan masa kini. Kartini dikenal sebagai sosok yang gemar membaca buku. Beberapa buku yang telah dibaca oleh Kartini semasa muda adalah Max Havelaar dan Surat Cinta karangan Multatuli. Kemudian ia juga membaca buku berjudul De Stille Kraacht karangan Louis Coperus dan karya – karya dari Augusta de Witt, dan roman karangan Goekoop de-Jong Van Beek dan Berta Von Suttner berjudul Die Waffen. Sedangkan buku dan catatan Kartini yang terkumpul dan dicetak adalah buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya, Letters from Kartini, An Indonesian Feminist. Di bawah ini adalah contoh puisi tentang Kartini yang mungkin bisa menginspirasi Anda.

Puisi Kartini

Melibas waktu, bertahan dengan penuh ketenangan

Kartini, hadir dalam setiap manusia yang terlahir sebagai perempuan

 

Kegigihan, terkadang dengan sedikit keras kepala, bentuk kekuatan dan pendirian khas wanita

Kecerdasan dan wawasan, penyangga diri

 

Kepribadian yang luwes dan lemah lembut membuat jati diri

seutuhnya memperjuangkan diri untuk kehidupan kaum hawa agar lebih baik

 

Ia hadir dalam setiap nafas perempuan yang terlahir di dunia

Dengan keberanian, kepercayaan diri, diiringi dengan kematangan pikiran dan hati

Sosok pahlawan yang terus hidup hingga kini

Puisi kartini adalah salah satu tema yang sering diadakan dalam kegiatan memperingati hari Kartini pada tanggal 21 April. Selain puisi, masih ada beberapa kegiatan lain yang diadakan.

Related Posts