Nama Pakaian Adat Bali dan Keterangannya + Gambar

Bali merupakan pulau yang terkenal di Indonesia bahkan sampai luar negeri. Hal ini disebabkan karena Bali adalah sebuah pulau yang terletak di Indonesia yang memiliki ikon wisata yang luar biasa indahnya. Selain itu, keaneka ragaman budaya dan adat-istiadat menjadi daya tarik tersendiri kenapa Bali terkenal di dunia. Hampir setiap hari, di Bali dipenuhi dengan wisatawan baik lokal maupun manca negara. Bali yang merupakan surganya Indonesia ini juga terkenal dengan julukannya yang lain yaitu pulau Dewata. Masyarakat Bali, mayoritas beragama Hindu dan Budha. Dalam ajaran Hindu dan Budha, para pemeluknya percaya akan adanya dewa-dewi. Yang mana dewa-dewi ini dipercaya dapat memberikan perlindungan dan pertolongan kepada pemeluk agama Hindu Budha di Pulau Bali. Bagi anda yang pernah berkunjung ke Pulau Bali ini pasti akan banyak menemukan bunga-bunga yang ditaruh di tempat-tempat yang dikeramatkan, begitu pula sesaji. Nah, karena adat-istiadat dan pengaruh budaya Hindu yangsangat besar dan kental inilah makanya Bali disebut sebagai Pulau Dewata. Selain itu, yang juga menjadi daya tarik para wisatawan di Bali adalah pakaian adat Bali yang unik namun memiliki kesan yang eksotis.

Ciri khas pakaian adat Bali

 

Berbanggalah Indonesia dengan masyarakatnya yang majemuk. Tentu hal ini menjadikan banyak sekali budaya daerah yang dimilikinya dan merupakan akar budaya nasional. Salah satu budaya daerah dan akar budaya nasional tersebut adalah pakaian adat. Pakaian adat adalah serangkaian pakaian yang menjadi ciri khas suatu daerah, biasanya dipakai pada saat upacara ritual kebudayaan daerah, atau pada upacara pernikahan. Bali juga memiliki pakaian adat, biasanya masyarakat Bali akan mengenakannya pada saat ada upacara keagamaan, ritual kebudayaan ataupun pada upacara pernikahan. Pakaian adat Bali ini sangatlah menarik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Pakaian adat Bali terdiri dari pakaian adat untuk laki-laki dan pakaian adat untuk wanita. Masing-masing pakaian ini memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Adapun ciri khas tersebut adalah aksesoris yang digunakan dalam pakaian adat bali tersebut. Berikut adalah aksesoris pakaian adat Bali laki-laki dan wanita.

  1. Kelengkapan pakaian adat Bali laki-laki

Aksesoris pada pakaian adat juga merupakan rangkaian pakaian adat itu sendiri dan biasanya memiliki arti sendiri atau juga merupakan sebuah simbol. Untuk pakaian adat Bali laki-laki selain jas, keris, dan alas kaki, berikut adalah kelengkapannya pakaian adat bali laki-laki :

     Ikat kepala atau udeng

Udeng merupakan kain penutup kepala, memiliki ciri khas yaitu adanya tali simpul yang terletak di bagian tengah depan. Hal ini memiliki arti bahwa pemakai udeng harus konsentrasi saat melaksanakan sembahyang dan juga harus mampu berpikir dengan jernih dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

     Baju adat

Baju adat laki-laki masyarakat Bali sangatlah sederhana. Tidak ada aturan khusus dalam model dan desain mengenai baju adat bali laki-laki Bali ini. Baju adat laki-laki Bali yang merupakan atasan ini hanya dituntut sopan, rapi dan bersih. hanya saja, baju adat atasan ini lebih menyerupai baju safari.

     Kamen

Kelengkapan dan aksesoris pakaian adat Bali untuk laki-laki berikutnya adalah kamen. Kamen adalah kain yang diikatkan melingkari pinggang kiri ke kanan, kain ini selebar 1 meter dan panjangnya 2 meter. Ikatan kain yang melingkari pinggang dari kiri ke kanan tersebut melambangkan dharma. Dalam pemakaiannya, kain ini harus melebihi telapak kaki yaitu berjarak sejengkal dari telapak kaki. Ujung kain kamen bagian bawah ini pun harus dibuat lancip menghadap tanah. Hal ini sebagai simbol sebuah penghormatan terhadap ibu pertiwi. Kain kamen ini berfungsi sebagai penutup tubuh bagian bawah.

     Kampuh atau saput

Selain kamen, kain penutup bagian bawah lainnya adalah kampuh atau saput. Kain saput ini dipakai setelah kemen telah dikenakan. Kain saput juga diikatkan melingkar pada pinggang. Biasanya kain dipakai pada saat acara keagamaan. Pada dasarnya, kain kampuh atau saput ini memiliki fungsi bagi tubuh agar tubuh tetap terjaga auratnya, lekuk-lekuk tubuh pun tidak terlihat.

     Selendang pengikat atau umpal

Setelah kamen dan saput dikenakan, maka untuk menguatkan ikatannya pada pinggang, maka diikatkan lagi umpal atau selendang pengikat. Tata cara mengikatkan umpal pada pinggang adalah mengikatnya dengan tali sampul di sebelah kanan. Hal ini bermakna agar dapat mengendalikan keburukan apapun.

  1. Kelengkapan pakaian adat Bali wanita

Pakaian adat bali untuk wanita terkesan kelihatan indah dan megah. Wanita Bali akan sangat anggun dan cantik ketika memakai pakaian adat bali ini, apalagi apabila juga ada bunga yang menghiasinya. Pakaian adat Bali wanita kaya akan makna simbolis. Seperti pakaian adat Bali pria yang banyak kelengkapan lainnya, pakaian adat untuk wanita Bali ini juga terdapat banyak kelengkapannya dan aksesorisnya. Berikut adalah kelengkapan pakaian adat Bali untuk wanita :

     Kebaya

Banyak sekali pakaian adat wanita di Indonesia yang menggunakan kebaya. Salah satunya adalah provinsi Bali. Namun kebaya yang dipakai sebagai pakaian adat Bali wanita ini memiliki desain yang cukup sederhana dan warna bajunya juga cerah.Selain dipakai dalam upcara kebudayaan, kebaya oleh wanita Bali juga dikenakan pada saat upacara peribadahan. Namun masyarakat Bali menerapkan kebaya yang sopan, bersih dan rapi untuk upacara peribadahan tersebut.

     Kamen

Seperti halnya pakaian adat Bali untuk laki-laki, pakaian adat Bali untuk wanita yang bawahan juga dilengkapi kamen. Fungsi dari kamen sama dengan fungsi kamen pada laki-laki yaitu menutup aurat tubuh bagian bawah. Cara memakainya juga diikatkan melingkar di pinggang dari kiri ke kanan.

     Senteng atau selendang

Selendang atau juga senteng adalah rangkain dari pakaian adat Bali untuk wanita yang dipakai atau disampirkan dibahu. Selendang ini tidak hanya sekedar aksesoris semata, namun memiliki makna yang cukup dalam bagi seorang wanita Bali. Makna tersebut adalah seorang wanita Bali haruslah selalu menaati ajaran dharma, selain itu wanita Bali juga harus siap menjadi ibu yang harus bisa mendidik dan mengajari putra-putrinya untuk selalu hormat dan patuh terhadap orang tua.

     Bulang pasang

Kalau pada pakaian adat Bali untuk laki-laki ada umpal, maka bagi wanita Bali ada yang namanya bulang pasang yang berupa selendang harus berwarna kuning. Bulang pasang ini diikatkan pada pinggang yang fungsinya adalah untuk menguatkan ikatan kamen. Pemakaian bulang pasang ini memiliki makna agar seoarang wanita bali selalu menjaga rahimnya dan menjaga tingkah lakunya agar selalu berbuat baik dan sopan.

     Sanggul

Sanggul untuk wanita Bali dibagi menjadi 3 yaitu sanggul pusung kepupu atau pusung podgala, di mana sanggul ini dipakai untuk wanita janda. Kemudian untuk wanita yang sudah menikah, tatanan rambutnya dengan sanggul pusung tagel. Dan sanggul pusung gonjer khusus untuk wanita yang belum menikah.

     Bunga

Masyarakat Bali juga identik dengan bunga. Hampir pada setiap kesempatan baik keseharian, ritual keagamaan, kebudayaan, pasti menggunakan bunga. Bunga bagi masyarakat Bali juga dipakai sebagai pelengkap pakaian adat Bali untuk wanita. Dengan diselipkannya bunga di telinga ataupun rambutnya, kecantikan wanita Bali akan benar-benar terlihat anggun mempesona. Bunga yang dipilih pun bukan sembarang bunga, umumnya bunga yang dipakai adalah bunga kamboja dan cempaka.