Belajar Teori Akuntansi

Teori Akuntansi (26/05). Akuntansi sudah sangat dikenal dalam dunia perekonomian dan perbankan. Akuntansi sendiri merupakan proses pengukuran dan pelaporan terhadap informasi yang akan digunakan oleh pihak-pihak tertentu dan memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan dalam aktivitas keuangan. Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan laporan keuangan yang akurat, sehingga dalam dunia akuntansi dikenal suatu teori akuntansi.

Teori akuntansi sendiri adalah suatu pedoman yang berisi metodologi dan teori yang memiliki hubungan dengan perakuntansian yang mencakup asumsi dasar akuntansi, tujuan akuntansi beserta prosedur dan metode-metode akuntansi. Teori akuntansi dibuat tentu saja bukan tanpa dasar dan tujuan yang memiliki hubungan erat dengan dunia akuntansi. Teori akuntasi diciptakan agar mampu menjadi pedoman bagi suatu lembaga yang memiliki tugas menyusun laporan keuangan untuk menyelesaikan suatu permasalah akuntasi dengan batasan-batasan yang kelak diharapkan mampu member perbaikan dan menyampaikan informasi keuangan kepada orang yang berhak menerima laporan tersebut.

Teori akuntansi menggunakan prinsip yang saling berkaitan dan membentuk acuan/pedoman umum untuk proses penilaian dan praktek akuntasi yang benar. Teori akuntasi juga diharapkan mampu memprediksi resiko dan kemungkinan kondisi akuntansi yang memiliki manfaat bukan saja saat ini tetapi juga ketika kelak di masa depan dibutuhkan untuk proses pengembangan. Dalam dunia akuntansi, dikenal tiga jenis teori akuntansi, yaitu teori akuntansi sintaksis, teori akuntansi perilaku dan teori akuntansi interpretasional. Teori akuntansi sintaksis menjelaskan mengenai proses pengumpulan informasi keuangan yang akan dibutuhkan dalam penyusunan laporan keuangan dengan respon dari para akuntan terhadap laporan keuangan yang telah dilaporkan tersebut.

Belajar Teori Akuntansi

Teori akuntansi sintaksi menjelaskan mengenai sistem akuntansi tradisional yang menitikberatkan pada biaya dan praktek perekonomian. Teori akuntansi sintaksis ini dapat menguji praktek-praktek akuntansi yang terjadi dan dapat meramalkan mengenai cara pengerjaan penyusunan laporan keuangan dalam hubungannya dengan dunia akuntansi. Teori akuntansi yang kedua adalah teori akuntansi perilaku yang menitikberatkan kepada pengertian akuntansi berdasarkan cara atau pola pengambilan keputusan keuangan. Pada teori ini menggunakan proses komunikasi dalam pengambilan keputusan keuangan yang relevan dengan dipengaryuhi oleh faktor-faktor eksternal.

Teori akuntansi perilaku mengukur berdasarkan nilai-nilai ekonomi, psikologi dan sosial dari media laporan keuangan perakuntansian. Teori akuntansi yang terakhir adalah teori akuntansi interpretasional yang menitikberatkan kepada kejadian-kejadian yang menunjukkan hubungan dengan akuntansi dengan tujuan untuk meyakinkan para penerima laporan keuangan untuk menggunakan laporan keuangan tersebut. Berdasarkan teori akuntansi ini, akuntansi memiliki nilai sebagai suatu hasil prosedur dari proses akuntansi yang berjalan dan memberikan penilaian berdasarkan interpretasi. Beberapa ahli masih meragukan teori akuntansi ini, karena mereka menganggap nilai akuntansi tidak memiliki interpretasi yang spesial atau tidak memiliki nilai saat ini, meskipun telah diperoleh kesepakatan dari masing-masing aspek interpretasi tersebut.